Parpol Bermasalah Sulit Kembalikan Kepercayaan Rakyat

Luwuk Post, 22 Juli 2013

 

Jakarta, Dosen dan Peneliti Antropologi Universitas Indonesia (UI) Ruddy Agusyanto berpandangan sejumlah partai politik yang terbelit korupsi sulit untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat . Selain karena masyarakatnya makin melek politik, juga ketidakmampuan parpol bebas dari korupsi.

“Susah mengharapkan parpol bisa membangkitkan kepercayaan rakyat kita. Paling hanya bisa meraih suara kalau mereka bisa menampilkan calon legislatif (caleg) dan calon yang kredibel”, ujar Ruddy via handphone belum lama ini.

Menurutnya aktivitas media yang selalu memberitakan banyaknya politisi dari tingkat daerah hingga pusat yang terbelit kasus korupsi, membuat masyarakat semakin gerah dengan parpol. Dan itu jelas berimbas pada kepercayaan publik.

Sementara jika kepercayaan terhadap parpol menurun, masih pentingkah parpol dipertahankan? Rudi berpendapat, penting dan tidaknya tergantung dari masyarakat kita di Indonesia. Jika dilihat pada hakekat dan karakter masyarakat kita yang hidup di teritori tropis yang kaya, tentunya sistem parpol sebenarnya bertolak belakang.

Menurutnya, pemimpin di masyarakat tropis itu tidak mengajukan diri, termasuk melalui parpol. “Contohnya saja di pemilihan ketua RT, kalau di pemukiman kaya, makmur,  tidak ada warga yang mengajukan diri sebagai calon ketua RT apalagi berebut atau kontestasi power. Tapi di pemukiman kumuh ketua RT jadi rebutan, bahkan sampai menimbulkan konflik sosial,” jelas Ruddy.

Artinya, lanjut Ruddy sekarang ini meski bumi kita kaya, tapi semua tidak dikelola dengan baik untuk kepentingan rakyat, melainkan dikuasai asing. “Bumi kita kaya tapi hidup miskin. Makanya semangat persaingan saling menjatuhkan menjadi dominan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” jelasnya lagi.

Kembali lagi ke masalah parpol tadi, menurut Ruddy, jika Indonesia masih ingin mempertahankan sistem parpol maka Undang-undang tentang parpol di amandemen UUD 45 harus dievaluasi bahkan jika perlu diubah.  “Disitu sistem parpol tidak mengijinkan lahirnya calon pemimpin yang muncul dari kehendak rakyat,’ Ujar Rudi lagi. Makanya seorang pemimpin saat ini lebih fokus pada kekuasaan dari pada memperjuangkan kepentingan rakyat. Sebab dengan kekuasaan bisa mendatangkan uang dan hidupnya menjadi sejahtera. Sementara rakyat tetap saja miskin. (Ifa)

Tentang pajs indonesia

Antropogist Paradigma Jaringan Sosial Kualitatif-Konstruktivis
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke Parpol Bermasalah Sulit Kembalikan Kepercayaan Rakyat

  1. pendi berkata:

    parpol hanya mencari kekuasaan dan uang, kesejahteraan masyarkat hanya jadi jargon semata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s